Record DNS

Pada kali ini, saya akan membagikan tentang record DNS Server. Record DNS atau yang biasa disebut catatan sebuah domain merupakan data yang menyajikan informasi pengalamatan atau pemetaan suatu domain. Record DNS tersebut memiliki berbagai macam jenis, perbedaannya akan diulas pada pembahasan berikut ini.

SOA Record

Record yang digunakan untuk menentukan informasi otoritatif tentang zona DNS, termasuk nama server utama, email administrator domain, nomor seri domain, dan beberapa waktu yang berkaitan dengan refresh zona. Untuk lebih jelasnya Anda dapat melihat pada gambar dibawah ini :

SOA Record

NS Record

NS record berfungsi untuk mendelegasikan sebuah zona DNS untuk menggunakan name server otoritatif yang diberikan. Untuk manajemen record DNS biasanya tergantung dari sebuah name server itu berada, karena name server menyimpan record dari DNS itu sendiri. Untuk mengecek NS record bisanya menggunakan perintah : dig nsx.<domain.tld> +short dan nsx.<domain.tld>+short. Untuk contoh NS record dan cara pengecekannya, Anda dapat melihat pada gambar berikut ini :

Contoh NS1 Record
Contoh NS2 Record
Cek NS Record

A Record

A record digunakan untuk memetakan sebuah nama host ke alamat IP (IP V4). Contoh : namadomain.tld > IP Address. Untuk mengeceknya Anda dapat menggunakan perintah : dig <domain/subdomain.tld +short, untuk contoh record dan cara mengeceknya Anda dapat melihat pada gambar dibawah ini :

Contoh A Record
Cek A Record

CNAME Record

CNAME Record digunakan untuk membuat alias pada suatu nama domain. Domain yang dialiaskan memiliki seluruh subdomain dan record DNS seperti aslinya. Contoh : www > namadomain.tld = www.namadomain.tld,untuk mengecek CNAME record Anda dapat menggunakan perintah : dig cname www.<domain.tld> +short, untuk contoh record dan pengecekannya Anda dapat melihat pada gambar berikut ini :

Contoh CNAME Record
Cek CNAME Record

MX (Mail Exchanger) Record

MX Record digunakan untuk pengiriman email, yang jelas untuk mengetahui lokasi mail server yang digunakan. MX record memiliki nilai prioritas, semakin tinggi nilai prioritas maka semakin rendah tingkat prioritasnya. Contoh MX record : 10 mail.domain.tld. Pada mail server tersebut memiliki prioritas 10. Untuk dapat mengecek MX record dapat menggunakan perintah : dig mx <domain/subdmain.tld> +short, untuk lebih jelasnya Anda dapat melihat contoh MX record dan pengecekannya pada gambar berikut ini :

Contoh MX Record
Cek MX Record

PTR (Pointer) Record

PTR record digunakan untuk memetakan IP Address ke suatu domain/hostname (kebalikan dari A record). Hal ini biasa digunakan untuk melakukan pengiriman email agar tidak dianggap spam oleh penerima email, karena penerima bisa mengidentifikasi IP Address yang digunakan oleh hostname mail server. Untuk mengidentifikasi record PTR, Anda dapat menggunakan perintah : dig -x <hostname/domain.tld>+short.

SPF (Sender Policy Framerwork) Record

SPF record berfungsi sebagai policy/kebijakan bahwa pengiriman email itu berasal dari mail server yang ditentukan, biasanya pengiriman email yang bukan dari mail server tersebut terjadi mail bounce. Untuk membuat SPF record biasanya menggunakan TXT record. Untuk mengetahui SPF record, Anda dapat menggunakan perintah berikut : dig txt <domain.tld> +short, berikut contoh dari SPF record.

Contoh SPF Record

DKIM (DomainKeys Identified Mail) Record

DKIM record digunakan untuk mengidentifikasi bahwa email yang masuk benar-benar valid dari domain tertentu. Biasanya DKIM record ini menggunakan record TXT dalam implementasinya.

Itulah record DNS yang sering digunakan yang dapat saya bagikan, semoga bermanfaat dan barokah. Aamiin

Referensi :

https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_DNS_record_types

2 thoughts on “Record DNS

  1. Pingback: Install dan Konfigurasi DNS Server pada CentOs 7 - Linux is My Adventure

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *